Liburan
ke Pulau Merah Banyuwangi
28
Mei 2014
Akhir bulan Mei ini sungguh indah,
kami sekeluarga bisa berlibur bersama^^
Tujuan kami adalah menikmati keindahan Pulau Merah di Banyuwangi.
Meninggalkan kota Jember, sekitar 1,5
jam, kami mampir ke Rest Area Gumitir. Disini pemandangannya indah dan hawanya
sejuk. Cocok untuk tempat santai bersama keluarga. Café ini dikelola Perhutani
dan menyediakan beberapa jenis pilihan wisata seperti outbond, kereta kelinci
dan mobil untuk berkeliling area. Jika anda lapar juga tersedia menu makanan
berat, ringan dan minuman. Tak lupa café ini jg menjual pepaya, madu dan kopi
bubuk.
Pemandangan Café Gumitir
Ada kursi raksasa juga ^^
Santai di bawah kursi raksasa ^^
Info tentang Gumitir: jalan menuju ke sana terkenal dengan sebutan
merawan, yaitu jalan naik dan turun, berkelok-kelok dengan beberapa sudut
tajam. Dinding batu dan akar tamanan (seperti hutan) di sepanjang kiri jalan
dan jurang di sebelah kanan jalan. Jalan aspal yang bagus. Seringkali macet
karena truk/bus/mobil mogok ataupun kecelakaan. Disarankan membawa bekal di
jalan bila melalui jalan ini. Sebaiknya pagi-siang hari melintasi jalan
ini,karena ada kabut bila malam hari.
Patung di perbatasan Banyuwangi
Setelah Gumitir, kami melalui
Kalibaru, Genteng dan sampai di Djajak. Dari sini, perjalanan ke Pulau Merah
menempuh jarak 36 km dari pertigaan patung macan. Sekedar info, di pertigaan
Djajak ini ada 2 patung yaitu patung kura-kura dan patung macan garis-garis
hitam-putih di badannya, yang dapat kita pakai sebagai panduan untuk ke pulau
merah.
Jika tangki bbm mobil anda cukup,
silahkan mengikuti arah dari patung Macan, Perjalanan ke Pulau Merah mudah
karena ada papan petunjuk jalan. kelemahan alur ini, karena sepanjang jalan
kami tidak menjumpai pom bensin. Lain
hal nya jika anda mengikuti arah dari patung kura-kura. Kami menjumpai 2 pom
bensin sepanjang perjalanan menuju Pulau Merah.
Beberapa hari sebelum kami ke Pulau
Merah telah diselenggarakan kejuaraan surfing internasional.
Akhirnya kami sampai di Pulau Merah.
Hore !
Kami membayar Rp. 20.000,- untuk 5
orang dewasa dan mobil. Toilet tidak jauh dari tempat membayar tiket sebesar
Rp.2000,-/ orang. Ada juga toilet di dekat pantai dekat parkir mobil. jika anda
ingin berselancar bisa menyewa papan selancar juga di tempat ini.
Sampai di Pulau Merah sekitar jam
15.00 suasana tidak terlalu ramai, juga tidak terlalu sepi. Pasir pantai yang
hangat dan putih bersih, terlihat beberapa orang yang berselancar, deretan
bangku berjemur beserta payung merahnya, menambah keindahan tempat ini. Jika
anda berjalan menyusuri pantai tampak pepohanan yang membuat tempat ini tidak
tampak gersang. Satu kata yang tepat, Pulau Merah ini cantik. Layak untuk dikunjungi
lagi, hehe….
Yang membuat kami bertambah senang
adalah laut lagi surut ^^ Ada jalan dari pantai menuju pulau. Jalan ini
terbentuk dari batu karang. Dapat dijumpai juga kepiting kecil, coral, bulu
babi dan ikan yang terjebak di sela bebatuan yang surut. Jangan lupa pake alas
kaki yach..
Coba tebak! Apa ini?
Ya ini adalah kepiting kecil yang
lucuuuu ^^ kami keluarkan dari tempat persembunyiannya dalam pasir pantai, buat
difoto sebentar, hehe…
Foto ini adalah coral laut.
Lestarikan mereka ya…
Foto Bulu babi. Hati-hati jangan
disentuh karena beracun.
Itulah hasil penjelajahan kami,
menarik bukan? Mungkin kalian akan menemukan lebih banyak hal menarik jika
sampai ke pulau. Kami Cuma menyelesaikan setengah perjalanan karena tidak
mengenakan alas kaki.
Aquarium laut yang alami ^^
Jika kalian beruntung, maka ikan-ikan
akan berenang di sekitar kaki ataupun dengan cepat melaju untuk bersembunyi di
bebatuan dan karang laut. Kami juga menjumpai kecomang hidup yang bersembunyi
di dalam tempurungnya. Sungguh senang tempat ini masih alami. Semoga tetap
terjaga keindahannya. Amin.
Masih kurang rasanya bermain di
pantai ini. Namun senja mulai datang dan air mulai pasang.
Menyaksikan senja yang menawan di
Pulau Merah
Sudah waktunya pulang…..
Meninggalkan Pulau Merah waktu
menunjukkan pukul 18.00. mobil kami
melaju mengambil rute lain yaitu jalan ke Djajak melalui patung kura-kura.
Karena beberapa persimpangan jalan, kami bertanya ke penduduk setempat dan
hasilnya… kami menjumpai 2 pom bensin tapi tetap melalui patung macan, haha…
Cuma jarak yang kami tempuh sekarang lebih pendek.
Info jika lapar, sebaiknya anda
mencoba menu makanan di warung-warung bambu yang ada di pantai. Disini juga ada
tempat bermalam, yaitu rumah penduduk yang difungsikan sebagai penginapan.
Sekian info dari perjalanan kami,
semoga bermanfaat.
Beberapa foto :
Papa, mama, dan supir kami yang
terpercaya, haha.. Thanks God ^^


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar