Laman

Rabu, 09 Juli 2014

Liburan ke Pulau Merah Banyuwangi
28 Mei 2014

Akhir bulan Mei ini sungguh indah, kami sekeluarga bisa berlibur bersama^^  Tujuan kami adalah menikmati keindahan Pulau Merah di Banyuwangi.
Meninggalkan kota Jember, sekitar 1,5 jam, kami mampir ke Rest Area Gumitir. Disini pemandangannya indah dan hawanya sejuk. Cocok untuk tempat santai bersama keluarga. Café ini dikelola Perhutani dan menyediakan beberapa jenis pilihan wisata seperti outbond, kereta kelinci dan mobil untuk berkeliling area. Jika anda lapar juga tersedia menu makanan berat, ringan dan minuman. Tak lupa café ini jg menjual pepaya, madu dan kopi bubuk.




Pemandangan Café Gumitir



Ada kursi raksasa juga ^^




Santai di bawah kursi raksasa ^^

Info tentang Gumitir:  jalan menuju ke sana terkenal dengan sebutan merawan, yaitu jalan naik dan turun, berkelok-kelok dengan beberapa sudut tajam. Dinding batu dan akar tamanan (seperti hutan) di sepanjang kiri jalan dan jurang di sebelah kanan jalan. Jalan aspal yang bagus. Seringkali macet karena truk/bus/mobil mogok ataupun kecelakaan. Disarankan membawa bekal di jalan bila melalui jalan ini. Sebaiknya pagi-siang hari melintasi jalan ini,karena ada kabut bila malam hari.



Patung di perbatasan Banyuwangi

Setelah Gumitir, kami melalui Kalibaru, Genteng dan sampai di Djajak. Dari sini, perjalanan ke Pulau Merah menempuh jarak 36 km dari pertigaan patung macan. Sekedar info, di pertigaan Djajak ini ada 2 patung yaitu patung kura-kura dan patung macan garis-garis hitam-putih di badannya, yang dapat kita pakai sebagai panduan untuk ke pulau merah.
Jika tangki bbm mobil anda cukup, silahkan mengikuti arah dari patung Macan, Perjalanan ke Pulau Merah mudah karena ada papan petunjuk jalan. kelemahan alur ini, karena sepanjang jalan kami tidak menjumpai pom bensin.  Lain hal nya jika anda mengikuti arah dari patung kura-kura. Kami menjumpai 2 pom bensin sepanjang perjalanan menuju Pulau Merah.
Beberapa hari sebelum kami ke Pulau Merah telah diselenggarakan kejuaraan surfing internasional.
Akhirnya kami sampai di Pulau Merah. Hore !



Kami membayar Rp. 20.000,- untuk 5 orang dewasa dan mobil. Toilet tidak jauh dari tempat membayar tiket sebesar Rp.2000,-/ orang. Ada juga toilet di dekat pantai dekat parkir mobil. jika anda ingin berselancar bisa menyewa papan selancar juga di tempat ini.
Sampai di Pulau Merah sekitar jam 15.00 suasana tidak terlalu ramai, juga tidak terlalu sepi. Pasir pantai yang hangat dan putih bersih, terlihat beberapa orang yang berselancar, deretan bangku berjemur beserta payung merahnya, menambah keindahan tempat ini. Jika anda berjalan menyusuri pantai tampak pepohanan yang membuat tempat ini tidak tampak gersang. Satu kata yang tepat, Pulau Merah ini cantik. Layak untuk dikunjungi lagi, hehe….



Yang membuat kami bertambah senang adalah laut lagi surut ^^ Ada jalan dari pantai menuju pulau. Jalan ini terbentuk dari batu karang. Dapat dijumpai juga kepiting kecil, coral, bulu babi dan ikan yang terjebak di sela bebatuan yang surut. Jangan lupa pake alas kaki yach..



Coba tebak! Apa ini?



Ya ini adalah kepiting kecil yang lucuuuu ^^ kami keluarkan dari tempat persembunyiannya dalam pasir pantai, buat difoto sebentar, hehe…



Foto ini adalah coral laut. Lestarikan mereka ya…



Foto Bulu babi. Hati-hati jangan disentuh karena beracun.



Itulah hasil penjelajahan kami, menarik bukan? Mungkin kalian akan menemukan lebih banyak hal menarik jika sampai ke pulau. Kami Cuma menyelesaikan setengah perjalanan karena tidak mengenakan alas kaki.



Aquarium laut yang alami ^^
Jika kalian beruntung, maka ikan-ikan akan berenang di sekitar kaki ataupun dengan cepat melaju untuk bersembunyi di bebatuan dan karang laut. Kami juga menjumpai kecomang hidup yang bersembunyi di dalam tempurungnya. Sungguh senang tempat ini masih alami. Semoga tetap terjaga keindahannya. Amin.
Masih kurang rasanya bermain di pantai ini. Namun senja mulai datang dan air mulai pasang. 



Menyaksikan senja yang menawan di Pulau Merah
Sudah waktunya pulang…..



Meninggalkan Pulau Merah waktu menunjukkan pukul 18.00.  mobil kami melaju mengambil rute lain yaitu jalan ke Djajak melalui patung kura-kura. Karena beberapa persimpangan jalan, kami bertanya ke penduduk setempat dan hasilnya… kami menjumpai 2 pom bensin tapi tetap melalui patung macan, haha… Cuma jarak yang kami tempuh sekarang lebih pendek.
Info jika lapar, sebaiknya anda mencoba menu makanan di warung-warung bambu yang ada di pantai. Disini juga ada tempat bermalam, yaitu rumah penduduk yang difungsikan sebagai penginapan.
Sekian info dari perjalanan kami, semoga bermanfaat.
Beberapa foto :






Papa, mama, dan supir kami yang terpercaya, haha.. Thanks God ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar