HOLIDAY IN LOMBOK
1 MEI – 4 MEI 2014
Senangnya
merencanakan liburan dengan teman-teman. Meskipun awalnya kami harus sedih
karena impian liburan ke pulau komodo tidak berjalan baik (kami sudah
membeli tiket merpati tujuan Labuan bajo,
namun pihak Merpati membatalkan penebangan oleh karena perusahaannya
bermasalah) namun Tuhan menggantinya dengan holiday yg menyenangkan di lombok.
Puji Tuhan^^
Pulau komodo
akan menyusul segera. Mungkin Tuhan kuatir kami akan dikejar komodo disana,
haha….. Kami mendapat kepastian dari pihak Merpati 2 minggu sebelum
keberangkatan. Jadi boleh dikata, waktu yang tersisa cuma itu untuk mengganti
tujuan liburan kami. Dan…jadilah Lombok sebagai tujuan liburan kami kali ini.
Setelah
berembuk, akhirnya kami memutuskan liburan tanpa ikut tour. Kami berangkat
sendiri yg memungkinkan kami untuk mengatur tujuan dan waktu disana.
Tiket
pesawat kami pesan online, begitu juga hotel. Untuk perjalanan ke tempat
wisata, kami menggunakan jasa sewa mobil di lombok. Karena saya berada di
jember, maka saya menggunakan travel untuk ke bandara di Surabaya. Perhitungan sementara adalah :
1.
MJ
travel (Jember – bandara Juanda Surabaya) :
Rp. 115.000,00
Berangkat tanggal 30 April 2014 jam
23.00
2.
Pesawat
Lion Air pp (Surabaya-Lombok) : Rp. 898.800,00
Berangkat tanggal 1 Mei 2014 jam
06.00
Pulang tanggal 4 Mei 2014 jam 08.30
Total pengeluaran sendiri sementara :
Rp. 1.013.800,00
3.
The
Jayakarta Lombok Beach Hotel di Senggigi : Rp. 1.563.000,00
Kami menginap 3H2M (1-3 Mei 2014)
4.
Arianz
Hotel di Mataram :
Rp. 484.500,00
Kami menginap 2H1M (3-4 Mei 2014)
5.
Sewa
mobil untuk 3 hari (1-3 Mei 2014) :
Rp. 1.500.000,00
Total pengeluaran untuk ber-3 (no
3-5) : Rp.
3.547.500,00
Total pengeluaran per orang (hotel
dan mobil) : Rp. 1.182.500,00
Total pengeluaran sendiri (jbr-lmbk
4hari) : Rp.
2.196.300,00
Untuk bekal perjalanan wisata ke Lombok, saya memperoleh
informasi lewat internet, antara lain :
1.
Peta
(untuk menentukan tempat tujuan dan jarak tempuh)
2.
Kuliner
yg terkenal : plecing kangkung dan
ayam taliwang
3.
Khas
Lombok : mutiara dan
kerajinan tenun
4.
Macam
tempat Wisata :
a. Pantai Senggigi
b.
Gili Trawangan (ada 3 gili yaitu Gili Trawangan-Gili Meno-Gili Air)
c. Air Terjun Sendang Gile
d. Pantai Kuta, Pantai Tanjung Aan, dll
e. Pink Beach
f. Bukit Malimbu
g. Desa Sade (desa asli budaya Suku
Sasak), Desa Sukarara (terkenal dengan kerajinan tenun), dan Desa banyumulek (terkenal dengan
kerajinan gerabah)
Sehari sebelum berangkat ke Lombok, Tuhan mengatur pertemuan
saya dengan seorang teman baik, Daniel. Dari dia, saya memperoleh informasi
bahwa letak Bandara Lombok di Selatan Kota Mataram. Di Utara Mataram
adalah Pantai Senggigi. Jarak tempuh
Bandara Lombok ke Mataram ± 1 jam. Dan Jarak tempuh Mataram ke
Senggigi 30 km, ± 1 jam.
Rekomendasi dari teman saya tentang
tempat wisata Lombok yang harus dikunjungi adalah :
1.
Pink
Beach adalah pantai yg unik karena hanya ada 3 dunia yaitu di Lombok, Labuan
Bajo dan Luar negeri.
2.
Air
terjun Sendang Gile. Ada jual sate ikan yg enak, haha…buat yg suka kuliner.
3.
Gili
yang ada di Lombok, ex: Gili Trawangan dkk, juga gili-gili yg laen
Saya rasa informasi ini cukup, karena Tuhan lah yang akan
menyertai liburan kami ini, jadi tenang saja hahaha…….
HOLIDAY IN LOMBOK (PART 2)
Horee..akhirnya menginjakkan kaki di Lombok ^^
Foto sambil nunggu bagasi, cisss…..
Penerbangan dari Surabaya – Lombok
menggunakan Wings Air, sekitar 1 jam. Sempat terlihat dari dekat Gunung Rinjani
yang terkenal dengan Danau Segara Anak nya. Besar sekali gunungnya, cantik
dengan awan-awan tipis disekitarnya. Pemandangan gunung ini juga menarik dengan
pepohonan hijau yg terlihat dan danau nya. Sayang tidak bisa ambil fotonya…
Tiba di bandara kami dijemput oleh
Pak Zulkarnaen, beliau asli lombok yang berprofesi sebagai jasa sewa mobil.
Jadi kemanapun juga kami pergi, akan diantar sambil di pandu dengan
cerita-ceritanya tentang Lombok. So let’s go !
Hari pertama di Lombok,
Hari pertama, langsung tancap gas ke
Pink Beach. Jarak tempuh lebih dekat dari bandara, kira-kira butuh waktu 1.5
jam. Kami sempat berhenti di Desa
Sukarara yang terkenal dengan kerajinan tenun nya.
Tempat ini tenang dan bersih, juga
masih terasa suasana khas pedesaan Lombok. Foto diatas adalah tempat untuk
berkumpul (kiri) dan lumbung beras (kanan). Kita juga akan melihat orang-orang
duduk memangku alat tenun dan menyelesaikan tenunan mereka. Ada banyak motif
tenunan disini, dari yg sederhana sampai yg rumit. Ada yang nantinya dibentuk
menjadi tenun ikat, songket, dll. Ayo kita coba menenun ^^
Di Lombok ada tradisi tentang
kerajinan tenun ini. Setiap anak gadis yang sudah bisa menenun, boleh menikah.
Wow!
Tempat kami belajar menenun juga
menjual berbagai macam hasil tenunan. Misalnya songket, tenun ikat, dll yang
berupa kain, baju, taplak meja, tas, dll. harga bervariasi tergantung motif
juga. Karena untuk motif yang sulit, proses menenun membutuhkan waktu lebih
lama, kira-kira 1 bulan.
Perjalanan ke Pink Beach terasa jauh oleh karena medan jalan yang rusak. Namun
terbayar dengan keindahan pantainya, hehe…. Pink Beach adalah pantai yg
terkenal oleh karena pasirnya yg unik, yg berwarna pink. Sebetulnya warna pink
pantai ini tidak terlalu nyata terlihat, pasir putih yang bercampur dengan
pecahan coral yang warnanya merah. Jadi kalau kita amati dari kejauhan, maka
warna pasirnya berwarna pink muda.
Pantai ini menarik, suasananya yang tenang
dan nyaman. Pasirnya bersih dan berwarna unik. Air laut yang jernih, seakan
kita bisa memandang sampai dasarnya. Coba lihat degradasi warna yang tampak
jelas.
Perahu nelayan tampak berjajar. Dan
di pinggir pantai ada beberapa gubuk bambu tempat orang berjualan makanan dan
menawarkan jasa sewa perahu untuk berkeliling. Jika anda menyukai snorkling,
tempat ini menawarkan keindahan yang patut dilihat. Sekedar informasi, sewa
perahu @Rp. 100.000,- dan untuk sewa alat snokling (tanpa fin, plus life
jacket) @ Rp. 40.000,-
Air laut yang dingin, terasa sejuk di
kulit. Hembusan angin dan suasana pantai
yg nggak banyak orang…jadi pengin langsung nyebur ke laut rasanya. Tapi..
narsis dulu ah….
Ada banyak spot yang menarik di pantai ini. Bagi yang gemar
berfoto, silahkan menjelajah pantai dan mengikuti trip berkeliling menggunakan
perahu.
Terkena sengatan ubur-ubur waktu
snorkling. Puji Tuhan bukan jenis ubur-ubur yang beracun ganas. Gejala merah,
panas, terasa sakit. Terapi minum air kelapa muda. nyeri akan hilang dengan
sendirinya dan bekas akan hilang perlahan dalam 1-2 minggu. Namun jika anda
mengalami hal ini dan merasakan demam di badan ataupun sakit yang sangat, bisa
minum parasetamol ataupun pereda nyeri yang lain. Waspadalah terhadap ubur-ubur
yang berbisa.
Setelah berenang dan bersnorkling,
kami menggunakan tempat untuk bilas yang agak terbuka. Sebetulnya tempat wisata
ini sangat menarik namun belum dikelola dengan baik. Tapi kami bersyukur karena
itulah maka keindahan pantai yang alami ini terjaga dan layak untuk dikunjungi
kembali ^^
Melanjutkan perjalanan menuju Hotel
Jayakarta di Senggigi, kami berhenti untuk menikmati sesi kuliner “Nasi balap Puyung”.
Dilanjutkan sesi belanja oleh-oleh di
Toko makanan, Palam Perdana, Mataram. Saya dan teman-teman membeli beberapa
oleh-oleh. Salah satunya yang unik di bawah ini, saya foto karena di Lombok
terkenal dengan kangkungnya yang berbeda dengan kangkung di tempat lain.
Toko ini menjual mutiara air laut dan
air tawar. Harga mutiara air laut lebih mahal daripada mutiara air tawar.
Macam-macam yang dijual misal : kalung, gelang, cincin, dll. Harga bervariasi
dari yang murah sampai yang mahal. Bahkan untuk mutiara air laut yang asli, ada
sertifikatnya.
Perhentian berikutnya adalah toko oleh-oleh kaos di Gandrung Lombok. Tempat ini menjual aneka kaos, baju, dan accesoris, topi, celana pendek, dll. Harga terjangkau. Area parkir tempat ini juga menyediakan ATM BCA.

Perhentian berikutnya adalah toko oleh-oleh kaos di Gandrung Lombok. Tempat ini menjual aneka kaos, baju, dan accesoris, topi, celana pendek, dll. Harga terjangkau. Area parkir tempat ini juga menyediakan ATM BCA.

Saat Matahari terbenam sempurna dan
bulan pun tersenyum di langit, sampailah kami di hotel Jayakarta. Staf hotel
yang ramah dan cekatan, tempat yang bersih dan nyaman, membuat istirahat kami
menyenangkan. Syukurlah ada bonus dari management hotel karena sebetulnya kamar
yang kami pesan tipe standart diubah menjadi deluxe tanpa penambahan biaya.
Trimakasi Jayakarta Hotel.
Puji syukur seharian ini kami bisa
menikmati perjalanan, bermain dan bertemu dengan orang-orang yang baik.
Rincian biaya perjalanan hari pertama :
Pink beach : - masuk tempat wisata/ parkir :
Rp. 20.000,00
-
Sewa
perahu :
Rp. 300.000,00
-
Sewa
alat snorkeling + life jacket :
Rp. 120.000,00
-
bilas
di Pink Beach (3 orang) : Rp. 15.000,00
Nasi balap puyung (4 orang) : Rp. 48.000,00
Kelapa muda + minuman : Rp. 45.000,00
Uang tips :
Rp. 100.000,00
Total : Rp. 648.000,00
Total per orang : Rp. 216.000,00
Pengeluaran
di Desa Sukarara dan belanja oleh-oleh terserah masing-masing individu.
Hari kedua di Lombok,
Kami menikmati istirahat malam yang
menyenangkan di hotel. The Jayakarta Hotel terletak di pinggir pantai, memberi
akses lebih untuk berjalan menyusuri pantai Senggigi. Pagi hari sangat cocok
untuk menikmati keindahan pantai yang tenang, dan juga menikmati sarapan yang
telah disediakan pihak hotel. Sarapan pagi di pinggir pantai, wow! ^^
Tujuan kami
hari ini adalah Gili Trawangan.
Jarak tempuh dari hotel menuju pelabuhan Bangsal adalah 30 menit menggunakan
mobi. Sangat disarankan menuju tempat ini di pagi hari karena transportasi yang
terbatas (tidak setiap waktu ada), misal jam 08.00 sudah tiba dan membayar
antrian untuk membeli tiket penyebrangan.
Waktu
menunjukkan 08.30 ketika kami tiba di pelabuhan bangsal. Dan langsung membeli tiket
penyebrangan sekali jalan menuju Gili Trawangan. Kapal yang digunakan adalah
kapal beramai-ramai, “publik” istilah disana. Kapasitas 30 orang. Jadi kami
menunggu jumlah penumpang yang cukup untuk menyeberang ke Gili.
Sampai di Gili trawangan, suasana benar-benar
ramai. Saat itu banyak turis mancanegara yang menggunakan jasa cidomo untuk
check in dan check out. Sehingga harapan kami untuk berkeliling pulau tertunda.
Cidomo itu sejenis dokar jika di pulau jawa.
Bagi yang bisa bersepeda, pulau ini
menawarkan jasa sewa speda. Bisa dipake sendiri Rp. 15.000,00 ataupun speda
berdua RP. 25.000,00. Itu harga untuk 1 jam sewa speda.
Karena suasana yang ramai, kami rasa
salah waktu untuk datang ke tempat ini. Karena kami lebih mencari suasana
tenang untuk menikmati keindahan alam, jadilah kami ber3 memutuskan segera
kembali ke pelabuhan bangsal. Tiket kembali dibeli dan kami menunggu kapasitas
penumpang “publik” tercukupi.
Sesmpainya di Pelabuhan bangsal,
cuaca mendung dan hujan mulai turun sehingga kami memutuskan hari ini adalah
hari wisata kuliner, hahaha….. ada makanan khas Lombok yang akan kami coba,
yaitu sate remike.
Perjalanan menuju tempat sate remike melewati Puncak, yaitu tempat yang dihuni banyak kera. Sifat kera disana berbeda dengan kera di tempat lain. Kera disana tidak mencuri dan mengambil barang orang sembarangan, juga jika kita memberikan makanan maka mereka akan mengambilnya dengan sikap sopan, bukan agresif. Sungguh menggemaskan melihat mereka. Kita juga bisa mengambil foto mereka dari dekat.
Perjalanan menuju tempat sate remike melewati Puncak, yaitu tempat yang dihuni banyak kera. Sifat kera disana berbeda dengan kera di tempat lain. Kera disana tidak mencuri dan mengambil barang orang sembarangan, juga jika kita memberikan makanan maka mereka akan mengambilnya dengan sikap sopan, bukan agresif. Sungguh menggemaskan melihat mereka. Kita juga bisa mengambil foto mereka dari dekat.

Inilah sate remike yang hanya ada satu-satunya di lombok. Juga plecing kangkung yang terkenal.
Tambahan nasi putih, lontong, dan ada juga pepes ikan. Makan dulu yuk….
Setelah kenyang, mari kita lanjutkan
petualangan ke pusat kerajinan gerabah (Desa
Banyumulek). Suasananya tidak jauh berbeda dengan Desa Sukarara kemarin,
disini kita bisa melihat orang-orang bekerja membuat kerajinan dari tanah liat
dan hasil-hasilnya. Boleh juga mencoba membuat sendiri dan hasilnya pun boleh
kita bawa pulang.
Ada 2 tempat yang terkenal untuk menikmati sunset di Lombok yaitu di Pura Batu Bolong dan di Malimbu. Jarak Pura ke Malimbu ± 20 menit. Kami bergegas ke Malimbu untuk menikmati sunset disana, juga pastinya kuliner ikan bakar segar di derah tersebut, hehe…
Puji Tuhan waktunya pas… sudah ada
beberapa orang yang menunggu sunset disana. Bahkan setelah kami datang, makin
banyak orang yang datang juga.


Inilah keindahan Puncak Malimbu yang banyak dikunjungi orang-orang untuk menikmati
sunset.
Menyaksikan sunset disini, sungguh
tak terlupakan. Lukisan alam yang begitu indah. Setiap hari akan selalu
berulang. Seperti kesempatan baru setiap hari yang Tuhan berikan kepada kita.
Trimakasi Tuhan buat sunset yang begitu indah di Malimbu ini ^^
Berikut adalah foto-foto sunset
malimbu yang indah. Jika kalian ke Lombok, jangan melupakan sunset Malimbu
yach…
Didekat Malimbu, ada kuliner ikan bakar segar. Anda dapat mencobanya
seperti kami, sambil menikmati suasana pantai.
Setelah makan malam, kembalilah kami
ke hotel untuk beristirahat.
Terima kasih Tuhan buat kenangan
indah hari yg ke2 di Lombok ^^
Rincian biaya
perjalanan hari yang ke2 perorang :
Sekedar info : tiket penyeberangan Bangsal_Gili trawangan @
Rp 13.000,00 sekali jalan. Anda dapat memesannya untuk tiket pp atau kembali
membeli tiket pulang ke Bangsal di Gili Trawangan.
Hari ini biaya dirangkum meliputi :
biaya penyeberangan Bangsal-Gili Trawangan pp,
kuliner dan tips serta belanja camilan + aqua : Rp. 230.000,00 / orang.
HARI KETIGA DI LOMBOK
Ini adalah hari terakhir kami
menginap di Jayakarta Hotel dan juga kesempatan terakhir untuk berjalan-jalan
di pagi hari menyusuri Pantai Senggigi.
Menuliskan nama diatas pasir, berharap ijin Tuhan untuk
datang berkunjung kembali, hehe..
Tujuan wisata hari ini adalah air
terjun Sendang Gile. Namun karena beberapa hal maka kami memutuskan untuk
mengubah arah menuju air terjun Benang
Stokel dan Benang Kelambu. Waktu menunjukkan 07.00 saat kami meninggalkan
Jayakarta Hotel.
Waterfall atau air terjun ini berada
di kaki Gunung Rinjani. Ada beberapa titik wisata air terjun yang menarik dan semuanya
mengitari Gunung rinjani. Medannya menentukan tingkat kesulitan perjalanan.
Diperlukan stamina yang bagus untuk sampai di lokasi air terjun.
Untuk sampai di lokasi air terjun ini
diperlukan waktu sekitar 2 jam dari hotel. Kami membayar tiket masuk, juga sewa
guide. Ada 3 macam penawaran, tergantung air terjun mana yang akan kita
kunjungi. Di sana juga menyediakan jasa sewa speda motor.
Kami memilih package yang ke 2 yaitu Benang Stokel dan Benang Kelambu. Menggunakan jasa sewa speda motor untuk perjalanan kembali dari air terjun.
Trekking waterfall / perjalanan ke
air terjun melewati jalan setapak yang naik turun, hutan dengan pepohonan yang
rimbun, dan kebun warga sekitar. Sungguh kami menikmati aroma alam (daun,
tanah, dll) yang penting dapat oksigen murni dan sehat bagi tubuh. Lama perjalanan sekitar 20 menit.
Sangat disarankan untuk membawa baju
ganti, memakai sandal / alas kaki yang sesuai medan jalan (agar tidak selip)
dan bekal secukupnya (tidak terlalu berat) misal air minum.
Perjalanan awal menuju Air Terjun Benang Stokel, tidak sulit
dan cepat sampai juga. Foto di bawah ini adalah tempat Air Terjun Benang Stokel
dari kejauhan.
Air Terjun Benang Stokel ini memiliki
3 air terjun yaitu 2 yang alirannya besar dan 1 yang alirannya kecil. Tempatnya
menarik dan Air nya sangat dingin, sejuk di kulit. Kami datang disaat yang
tepat yaitu tidak ada orang lain disana. Jadi bisa mengambil spot foto yang
bagus dan juga merasakan kesegaran airnya, hehe..
Okey, mari kita melanjutkan
perjalanan ke Air Terjun Benang Kelambu. Medan jalan ke air terjun ini lebih
sulit dan lebih lama, setelahnya itu, juga kami dihadapkan dengan tantangan
untuk melewati 120 anak tangga. Wow!
Tapi semua nya terbayar dengan
melihat keindahan Air Terjun Benang Kelambu ini. Disini terdapat banyak sekali
titik air terjun, sehingga mirip dengan kelambu. Airnya yang sejuk, dingin dan
jernih mempunyai aliran yang deras. Air terjun ini mengalir ke bawah yang
dipergunakan mandi ataupun berendam oleh pengunjung yang datang.
Foto – foto kami di air terjun, seru
berbasah-basah disini ^^. Terapi alami. Btw kata guide, airnya bisa langsung
diminum karena langsung keluar dari batu gunung.
Setelah puas menikmati air terjun,
kami pun melanjutkan perjalanan pulang dengan menggunakan jasa sewa sepeda
motor. Info, jika ingin mandi/berendam, ada tempat nya di sini.
Pantai Selong Belanak, terletak di selatan Lombok. Lihat peta untuk lebih jelasnya. Pantai ini
dekat dengan pantai-pantai yang lain. Maka dari itu Pak Zul menyarankan untuk
mengunjungi pantai didekat Selong Belanak yaitu Pantai Mawun, Pantai Kuta,
Pantai Tanjung Aan.
Perjalanan dari Air Terjun ke Pantai
Selong Belanak (PSB) ini membutuhkan waktu sekitar 2 jam. Dan sepanjang
perjalanan yang kami lalui terlihat bukit dikanan kiri, pepohonan hijau, jalan
yang mulus tapi berkelok-kelok naik dan turun. Karena indahnya pemandangan maka
kami turun untuk mengambil foto pemandangan PSB dari kejauhan.
PSB yang terlihat dari kejauhan ^^
Kesan pertama di PSB adalah pantai
yang bersih, tidak terlalu ramai orang (turis domestik dan turis mancanegara),
ada penjual makanan tanpa pedagang, laut yang tidak terlalu dalam dan ombak
yang tidak terlalu besar. Pantai yang bisa bikin relax dan hati tenang,
haha..
Pantai ini juga menawarkan menu makan
siang ikan bakar dan kelapa muda, khas makanan pantai lainnya. Sudah ada toilet
umum dan jika kita beruntung bisa menikmati langsung hasil tangkapan nelayan,
ikan segar.
Keunikan PSB adalah lautnya yang
tidak terlalu dalam dan ombak yang
menunjang bagi para pemula/amatir surfing untuk belajar. Sambil menunggu menu makan
siang, saya dan Lois mencoba belajar surfing. Papan surfing yang kita gunakan
adalah papan selancar yang besar dan berat (untuk pemula). Jika kita sudah
pandai maka kita bisa menggunakan papan selancar yang berukuran kecil dan
ringan (professional).
Surfing adalah hal baru yang saya
pelajari disini, selain menenun tentunya, haha ^^. Disini kita diharapkan bisa
mengatur keseimbangan badan untuk berdiri di atas papan selancar yang diterpa
ombak. Tidak mudah memang, tapi ketika bisa berdiri lama dan melaju diatas air,
rasanya sesuatu, haha… ^^ I can do it!
Pelajaran surfing kami berakhir
sesuai perjanjian @ 1 jam, untuk itu kami membayar @ Rp. 125.000,00. Pelatih
kami bernama bapak Dadi yang sekaligus menyewakan papan selancar. Jika tidak
diburu waktu ke tempat wisata lain, Next time saya pengin coba surfing lagi.
Teman saya, Lois juga mengatakan hal yang sama, “next time mau coba surfing
lagi”. Saran kami bagi yang belum pernah mencoba, cobalah! ini merupakan
pengalaman yang menarik.
Hasil jalan-jalan saya dan Livia di
tepi pantai, kami menemukan banyak kepiting kecil-kecil yang menghilang di
dalam pasir. Mereka bersembunyi jika kami dekati, malu mungkin, hehe…
Bagian lain dari Pantai Selong Belanak. Sore hari yang mempesona, thanks GOD.
Welcome to Pantai Mawun
(PM).
Pantai Mawun
(PM) mendapat julukan pintu angin sebab meskipun musim panas di daerah ini
tidak pernah terasa hawa panas. Jalan ke PM masih melalui bukit yang rimbun
dengan pepohonan hijau di kanan-kiri dan juga jalan yang berkelok-kelok. Pantai
ini tidak terlalu jauh dari PSB.
Sampai di
PM, disambut dengan suasana pantai yang tenang, ombak yang kecil, dan suasana
yang sepi. Hanya ada beberapa orang yang duduk-duduk di pinggir pantai ataupun
berfoto. Tempat ini cocok untuk orang yang ingin relax, bersantai sambil
menikmati suasana pantai. Bagi yang suka berfoto ria, tempat ini juga cocok
karena mempunyai pemandangan yang indah. Ayo kita nikmati suasana PM ^^
Diatas adalah foto sekeliling PM. Pantai ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang hijau. Airnya biru jernih. Pasirnya putih. Dan tampak bersih.
Info : tidak ada watersport/ olah
raga air disini. Pengunjung biasa mengambil foto pantai yang indah atau sekedar
berjalan kaki dan bermain di pantai.
Info : jarak PSB – Pantai Mawun – Pantai kute –
Pantai Tanjung Aan berdekatan. Jika kalian memiliki waktu cukup silahkan
mengunjungi pantai-pantai tersebut. Siapkan diri anda karena jalan menuju ke pantai-pantai
ini berkelok-kelok. Di kanan kiri jalan, anda dapat menikmati bukit dengan
pemandangan yang indah.
Welcome to Pantai Kute
Jika di Bali terkenal dengan Pantai
Kute maka Lombok juga memiliki pantai dengan sebutan yang sama. Pantai Kute di
Lombok pun mirip dengan yang di Bali. Memasuki kawasan ini, terdapat hotel dan
tempat penginapan, tempat makan dan café, toko dan pedagang yang berjualan
cinderamata pantai dan khas Lombok. Intinya kawasan ini ramai. Banyak orang
local ataupun turis asing yang datang. Perbandingan yang kami lihat, disana
lebih dominasi turis mancanegara.
Suasana tepi pantai tampak sepi
ketika kami datang, mungkin karena saat itu sore menjelang malam. Pantai kute
memiliki pasir putih, laut yang tidak terlalu dalam dan ombak yang tenang,
sehingga orang bisa berjalan sampai agak jauh ke laut dari tepi pantai.
Pantai Kute memiliki keunikan
tersendiri dibanding pantai lainnya. Coba tebak!
Pantai ini terkenal dengan pasir merica nya. Coba tengok foto diatas. Yang sebelah kanan adalah pasir merica dan sebelah kiri adalah pasir putih biasa. Pasir merica ini berada dekat dengan tepi pantai, yang dapat langsung terlihat.
Pantai ini terkenal dengan pasir merica nya. Coba tengok foto diatas. Yang sebelah kanan adalah pasir merica dan sebelah kiri adalah pasir putih biasa. Pasir merica ini berada dekat dengan tepi pantai, yang dapat langsung terlihat.
Kami Cuma berada sebentar di pantai
ini karena hari telah menjelang malam. Sebetulnya ada 1 pantai lagi didekat
sini yang akan kami kunjungi yaitu Pantai Tanjung Aan. Namun karena suasana
sudah terlalu sore maka kami langsung menuju Desa Sade. Belum afdol rasanya
jika tidak mengunjungi Desa ini. Mengingat ini adalah malam terakhir wisata
kami di Lombok. Besok pagi kami akan kembali ke Surabaya.
Desa Sade
Desa Sade adalah desa asli Suku Sasak. Kami tiba saat matahari hampir
tenggelam sempurna. Tempat parkir yang biasa penuh, tampak sepi. Cuma mobil
kami yang ada, haha.. (menurut supir
kami, Pak Zul). Tapi karena itulah, kami bisa menikmati kunjungan ini ^^
Desa ini merupakan
salah satu yang tertua di Lombok. Suasananya tampak bersih dan terasa kekhasan
budaya nya. Tiba disana kami mengisi buku tamu dan diterima oleh seorang guide
desa yang akan membawa kami berkeliling desa, sambil menjelaskan tentang
perihal desa dan budaya.
Menurut Guide kami yang asli kampung
ini, disini terdapat 150 rumah dan penduduk kurang lebih 700 orang (1 keluarga
atau 1 keturunan). Orang tua yang berumur 40 tahun keatas berkomunikasi memakai
bahasa mereka, sulit mengerti Bahasa Indonesia. Mata pencaharian disini adalah
petani yang menanam padi maupun palawija
tadah hujan (panen setahun sekali). Hasil panen bukan untuk dijual tapi untuk
dikonsumsi sendiri.
Pekerjaan sampingan di kampung ini
adalah menenun. Menenun dilakukan oleh kaum wanita. Dimana mereka yang sudah
bisa menenun, diperbolehkan untuk menikah. Ada juga tradisi menculik wanita
sebelum pernikahan. Biasanya pernikahan dilakukan masih 1 suku untuk
memperkecil biaya pernikahan. Jika mengambil calon pengantin diluar suku maka
harus membayar biaya 2-3 kerbau (lebih mahal).
Desa ini memiliki kepala suku, yang
mendapat sebutan kadut.
Rumah adat yang tertua disini
dindingnya terbuat dari tanah liat yang bercampur sekam padi dan lantainya
dipel pakai kotoran sapi/kerbau. Bentuk rumah adat disini, pintu masuk pendek
depan dan bila masuk menunduk dulu supaya kepala tidak terbentur. Di dalam
rumah adat ini ada anak tangga yang tidak terlalu tinggi, terdapat 2 kamar
yaitu kamar anak gadis dan tempat untuk memasak. Orang tua dan anak laki-laki
akan tidur diluar. Mereka juga menjaga anak gadisnya agar tidak mudah diculik.
Berikut adalah foto kami di dalam
rumah adat yang tertua ini. Yang menarik kondisi di dalam tidak berbau dan
tidak ada nyamuk di dalam nya.
Atap
rumah-rumah di Desa ini terbuat dari alang-alang. Pengerjaannya 1 hari karena
dikerjakan beramai-ramai. Dan bertahan selama 5 tahun.
Desa ini
juga menjual cinderamata khas Suku Sasak, antara lain : kerajinan tenun
dan accecoris seperti gelang, dll. Salah
satu contoh nya seperti dibawah ini.
Karena hari
sudah malam dan perut kami sudah mulai berbunyi maka kami mencoba kuliner
terakhir di Lombok yaitu Ayam Taliwang. Suasana di rumah makan ini ramai, namun
pelayanannya lumayan cepat. Ada juga penjual accesoris mutiara dan kaos di
pintu masuk.
Rincian biaya perjalanan Hari yang ke-3 meliputi :
-
tiket
masuk air terjun @ Rp.120.000,00 dihitung menjadi Rp. 350.000,00 untuk 3 orang.
Selain itu kami memberi tips untuk guide seiklasnya. Dan jasa sewa motor Rp.
30.000,00 untuk ber-3.
-
Makan
di PSB dan Ayam Bakar Taliwang
-
Tips
dan parkir
Total perorang : Rp.
229.000,00
Surfing : Rp. 125.000,00
Pengeluaran saya di H3 adalah : Rp. 354.000,00
Hari ke-4 di Lombok.
Hari ini adalah hari terakhir kami di
Lombok. Pagi hari Pak Zul telah menjemput kami dari Hotel tempat kami menginap
di Mataram menuju ke Bandara. Pengeluaran terakhir hari ini adalah :
-
sewa
mobil dan parkir (perorang) :
Rp. 67.000,00
-
tax
bandara Surabaya – Lombok :
Rp. 75.000,00
-
tax
bandara Lombok – Surabaya :
Rp. 45.000,00
total pengeluaran : Rp.
187.000,00
Rincian total Holiday di Lombok adalah :
-
Pre
holiday : Rp.
2.196.300,00
-
H1 : Rp. 216.000,00
-
H2 : Rp. 230.000,00
-
H3 : Rp. 354.000,00
-
H4 : Rp. 187.000,00
Rp. 3.083.300,00
Perhitungan ini diluar belanja
oleh-oleh khas Lombok.
Selama di Lombok, hari-hari yang kami
lalui begitu menyenangkan. Sekedar informasi bagi yang belum pernah berkunjung
ke Lombok :
1. Tempat ini mempunyai wisata pantai
yang banyak dan menarik. Airnya jernih dan pemandangan alam yang indah. Anda
dapat bersnorkling, diving, surfing, naik perahu, bermain kano, berenang
ataupun Cuma berbaring di tepi pantai. Namun tidak semua pantai menawarkan
watersport, lebih baik jika anda mencari informasi lebih dahulu mengenai tempat
yang akan anda datangi.
2. Siapkan baju ganti, sunblock, obat
dan bekal selama diperjalanan. Alas kaki yang tepat juga perlu.
3. Medan jalan 90% mulus tapi
berkelok-kelok. Untuk orang yang gampang mabuk jika melalui jalan seperti ini,
sangat tidak disarankan.
4. Makanan di Lombok hampir semua pedas.
Jadi bijaklah dalam memilih.
Semoga cerita liburan kami di Lombok
ini dapat bermanfaat. Amin.
Terimakasi kepada bapak Zulkarnaen yang mendampingi kami
selama di Lombok, management Hotel
beserta staf tempat kami menginap, pihak pesawat yang tepat waktu, orang-orang baik yang kami
temui yang tidak sempat kami sebut satu persatu. Dan terlebih kepada Tuhan
Yesus yang memberikan kesempatan kami menikmati liburan seru dan menyenangkan
ini.






























































Tidak ada komentar:
Posting Komentar