BETOH
SO’ON
SOLOr
- cermee, BONDOWOSO
13
SEPTEMBER 2015
Menilik dari
penyebutannya yang unik, Betoh So’on berasal dari Bahasa
Madura yang berarti Batu Susun.
Tempat ini belum banyak dikenal, sekalipun oleh masyarakat Bondowoso sendiri.
Mungkin malah lebih dikenal oleh para arkeolog, haha.
Teman yang mengajak
saya ke Betoh So’on juga belum pernah kesana. Dia mendengar dari cerita
temannya dan penasaran dengan tempat itu. Sepertinya mirip dengan Stonehenge di
Inggris. Sebuah situs peninggalan jaman dahulu. Mari kita kesana yuk…
Perjalanan
dari Jember ke Bondowoso kota kurang lebih 1 jam, dilanjutkan ke arah Wonosari à
Prajekan à
ada lori tebu terus sedikit, indomaret dekat lampu lalu lintas à
belok kanan à
Cermee à
Solor à
Betoh So’on. Akses jalan Jember ke Prajekan, Bondowoso sudah bagus, namun dari
Solor menuju ke Betoh So’on yang masih harus diperbaiki. Total waktu yang
diperlukan bondowoso ke Solor sekitar 2,5 jam.
Tips
perjalanan :
1.
Berangkatlah pagi hari. Jika kunjungan
ke Betoh So’on masih kurang, anda bisa melanjutkan dengan melihat air terjun
yang berada di dekat sana
2.
Pakailah kendaraan yang sesuai dengan
medan, misalnya Jeep, Trail, atau mobil yang tinggi. Jangan lupa ban serep nya
3.
Isi bensin full sewaktu di Bondowoso
4.
Bawa bekal secukupnya ; makanan dan
minuman
5.
Kenakan sunblock, topi, kaca mata,
sandal gunung dan jaket
6.
Jangan malu bertanya di jalan agar tidak
tersesat. Anda juga harus mengingat jalan mana yang sudah ditempuh agar dalam
perjalanan pulang tidak tersesat, jika tidak menemukan tempat bertanya.
7.
Bawalah kamera yang baik
8.
Jangan membuang sampah sembarangan, jaga
kebersihan tempat wisata
Mobil yang teman saya
pakai adalah Ayla. Sejak di Cermee, kami sudah diperingatkan oleh penduduk
setempat untuk kembali saja karena mobil yang tidak sesuai atau melanjutkan
perjalanan dengan ojek. Selama perjalanan bisa ditempuh, kami nekat meneruskan
sampai di Solor. Namun karena medan yang semakin sulit, ojek pun menjadi
pilihan kami, hehe.
Sepanjang perjalanan
dari Solor menuju Betoh So’on tampak pemandangan gersang, pohon-pohon
meranggas, belukar duri, jalan tanah dan berbatu-batu, jurang, tebing tinggi,
dan jalan yang semakin menanjak keatas. Beruntung musim kemarau, meskipun debu
tapi masih bisa dilalui. Kemudian mulai tampak batu-batu besar, mirip jaman
prasejarah dahulu kala. Seperti Menhir (batu
tunggal, berukuran besar, berbentuk tugu).
Gambar diambil dari
kejauhan. Tampak seperti Menhir pada jaman prasejarah. Tugu Batu yang besar,
masih alami, tidak terawat, yang ditumbuhi oleh tanaman belukar
Seperti di film The
Lost World, haha…
Sayangnya kami tidak
bisa mendekati, persis sampai ke bawah Betoh So’on ini karena akses jalan yang
sulit dilalui. Hanya memandang dari kejauhan, kasian banget yach,
hikz..Kabarnya beberapa waktu sebelum kami datang, ada rombongan turis seperti
arkeolog disertai pejabat daerah yang menuju ke tempat ini. Mereka berkemah.
Semoga penelitian yang mereka lakukan membawa hasil dan membuat Bondowoso lebih
dikenal oleh dunia.
Bapak
ojek yang mengantar kami. Riski dan Aldy. Terima kasih
Betoh
So’on (Batu Susun)
Pemandangan
Betoh So’on dan tempat sekelilingnya
Memandang sekeliling,
tempat ini mempunyai potensi yang bisa terus digali. Lokasi ini juga dekat
dengan air terjun namun kami tidak kesana, karena banyak yang mengatakan
medannya sulit. Jika anda bermaksud melihat Air terjun, bisa bertanya ke
penduduk.
Akhir cerita, Betoh
So’on (batu susun) layak dikunjungi, terutama mereka yang menyukai sejarah dan
petualangan ^^
Mari kita jaga dan lestarikan
peninggalan nenek moyang kita.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar