Laman

Minggu, 06 Desember 2015

BETOH SO’ON

BETOH SO’ON
SOLOr - cermee, BONDOWOSO
13 SEPTEMBER 2015

Menilik dari penyebutannya yang unik, Betoh So’on berasal dari Bahasa Madura yang berarti Batu Susun. Tempat ini belum banyak dikenal, sekalipun oleh masyarakat Bondowoso sendiri. Mungkin malah lebih dikenal oleh para arkeolog, haha.
Teman yang mengajak saya ke Betoh So’on juga belum pernah kesana. Dia mendengar dari cerita temannya dan penasaran dengan tempat itu. Sepertinya mirip dengan Stonehenge di Inggris. Sebuah situs peninggalan jaman dahulu. Mari kita kesana yuk…
Perjalanan dari Jember ke Bondowoso kota kurang lebih 1 jam, dilanjutkan ke arah Wonosari à Prajekan à ada lori tebu terus sedikit, indomaret dekat lampu lalu lintas à belok kanan à Cermee à Solor à Betoh So’on. Akses jalan Jember ke Prajekan, Bondowoso sudah bagus, namun dari Solor menuju ke Betoh So’on yang masih harus diperbaiki. Total waktu yang diperlukan bondowoso ke Solor sekitar 2,5 jam.



Tips perjalanan :
1.      Berangkatlah pagi hari. Jika kunjungan ke Betoh So’on masih kurang, anda bisa melanjutkan dengan melihat air terjun yang berada di dekat sana
2.      Pakailah kendaraan yang sesuai dengan medan, misalnya Jeep, Trail, atau mobil yang tinggi. Jangan lupa ban serep nya
3.      Isi bensin full sewaktu di Bondowoso
4.      Bawa bekal secukupnya ; makanan dan minuman
5.      Kenakan sunblock, topi, kaca mata, sandal gunung dan jaket
6.      Jangan malu bertanya di jalan agar tidak tersesat. Anda juga harus mengingat jalan mana yang sudah ditempuh agar dalam perjalanan pulang tidak tersesat, jika tidak menemukan tempat bertanya.
7.      Bawalah kamera yang baik
8.      Jangan membuang sampah sembarangan, jaga kebersihan tempat wisata
Mobil yang teman saya pakai adalah Ayla. Sejak di Cermee, kami sudah diperingatkan oleh penduduk setempat untuk kembali saja karena mobil yang tidak sesuai atau melanjutkan perjalanan dengan ojek. Selama perjalanan bisa ditempuh, kami nekat meneruskan sampai di Solor. Namun karena medan yang semakin sulit, ojek pun menjadi pilihan kami, hehe.
Sepanjang perjalanan dari Solor menuju Betoh So’on tampak pemandangan gersang, pohon-pohon meranggas, belukar duri, jalan tanah dan berbatu-batu, jurang, tebing tinggi, dan jalan yang semakin menanjak keatas. Beruntung musim kemarau, meskipun debu tapi masih bisa dilalui. Kemudian mulai tampak batu-batu besar, mirip jaman prasejarah dahulu kala. Seperti Menhir (batu tunggal, berukuran besar, berbentuk tugu).



Gambar diambil dari kejauhan. Tampak seperti Menhir pada jaman prasejarah. Tugu Batu yang besar, masih alami, tidak terawat, yang ditumbuhi oleh tanaman belukar

Seperti di film The Lost World, haha…

Sayangnya kami tidak bisa mendekati, persis sampai ke bawah Betoh So’on ini karena akses jalan yang sulit dilalui. Hanya memandang dari kejauhan, kasian banget yach, hikz..Kabarnya beberapa waktu sebelum kami datang, ada rombongan turis seperti arkeolog disertai pejabat daerah yang menuju ke tempat ini. Mereka berkemah. Semoga penelitian yang mereka lakukan membawa hasil dan membuat Bondowoso lebih dikenal oleh dunia.


   

                                                            Bapak ojek yang mengantar kami. Riski dan Aldy. Terima kasih


Betoh So’on (Batu Susun)





Pemandangan Betoh So’on dan tempat sekelilingnya


Memandang sekeliling, tempat ini mempunyai potensi yang bisa terus digali. Lokasi ini juga dekat dengan air terjun namun kami tidak kesana, karena banyak yang mengatakan medannya sulit. Jika anda bermaksud melihat Air terjun, bisa bertanya ke penduduk.

Akhir cerita, Betoh So’on (batu susun) layak dikunjungi, terutama mereka yang menyukai sejarah dan petualangan ^^
Mari kita jaga dan lestarikan peninggalan nenek moyang kita.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar