Laman

Jumat, 17 Juli 2015

My Holiday in China
30 mei – 5 juni 2015


Puji Tuhan akhirnya diberi ijin buat jalan-jalan ke China tahun ini. Sungguh pengalaman yang mengesankan bisa jalan-jalan ke luar negeri.

Awalnya sempat berpikir : apakah akan jalan sendiri atau ikut tour? bulan apa sebaiknya kesana? Apa saja yang perlu dibawa? Bagaimana dengan bahasa? Bawa uang saku berapa?
Tips ke China, kalau anda memutuskan jalan sendiri maka harus siap dengan kendala bahasa. Karena orang sana banyak yang belum menguasai bahasa inggris. Paling tidak harus menguasai kosakata umum menggunakan bahasa China selama disana. Hitung-hitung belajar menerapkan bahasa asing juga kan? Haha… jika memang kepepet, gunakan bahasa tubuh untuk memperjelas maksud yang anda inginkan ^_^

Bila anda ikut tour, sudah ada schedule pasti tempat-tempat yang dikunjungi dan akomodasi yang tersedia (hotel, makan 3x sehari, kendaraan, ada tour guide tempat bertanya). Anda juga dapat bertanya kepada tour guide tentang apa saja yang perlu dibawa selama tour disana. Untuk menghadapi situasi tidak terduga, simpan / catat nama hotel tempat anda menginap (siapa tahu anda tertinggal ataupun terpencar dari rombongan) bisa digunakan untuk kembali ke hotel tempat menginap dengan menggunakan taxi. Lebih baik jika anda membeli nomor Hp dan sekaligus isi pulsa selama disana, sangat berguna untuk telepon rumah ataupun tour guide/ anggota rombongan sewaktu-waktu bila diperlukan. Anda juga bisa memanfaatkan spot free wifi yang biasanya tersedia di bandara, hotel atau restaurant, ini lebih hemat biaya, hehe…


Bulan yang bagus untuk berangkat adalah april-mei dan september-oktober. Jangan mengambil hari libur nasional disana. Penulis berangkat di akhir mei sampai awal juni, dimana musim disana adalah akhir musim semi dan awal musim panas. Cuaca bagus karena mirip Indonesia. Cuaca tidak terlalu ekstrim panas nya sewaktu di Beijing dan masih dijumpai gerimis waktu di Hangzhou dan Suzhuo, cuaca di daerah ini nyaman sekali untuk tinggal. Sebaiknya anda membawa payung dan topi. Sunblock juga sangat berguna. Klo jaket lebih perlu di dalam pesawat. Gunakan alas kaki yang enak untuk jalan karena di China bakal jalan dan jalan dan jalan, namanya juga jalan-jalan, hahaha…

Oh ya bicara tentang jalan-jalan di China, jangan lupa sediakan air minum. Karena dalam kabin pesawat tidak boleh membawa air minum, jadi penulis membawa air minum di bagasi yang pastinya terjaga dengan baik. Klo tidak siap-siap saja barang bawaan anda basah semua, haha… Jadi sewaktu di China tidak terlalu sering membeli air minum lagi. Sebetulnya dengan ikut tour, sudah mendapat air minum botol perorang/hari namun kadang juga masih tidak cukup, hehe.. Meskipun tidak membawa air minum, anda dapat membeli di toko yang dekat hotel. Pengalaman penulis, tanggal yang tertera di air minum adalah tanggal pembuatan. Harga air mineral disana juga tidak terlalu mahal. Anda juga dapat menghemat dengan mengisi botol kosong bekas air mineral di bandara, stasiun (Di dekat toilet disediakan air minum yang bisa langsung diminum dengan gratis.)

Info selanjutnya adalah tukarkan uang rupiah anda lebih dahulu sebelum berangkat. Anda bisa menukar di bank ataupun money changer. Sebaiknya berbagai macam pecahan, uang kecil juga sangat diperlukan. Sewaktu penulis kesana, 1 yuan RMB = Rp. 2.150,-  Jika anda tidak sempat menukar uang, ada money changer di bandara Cuma biasanya lebih mahal. Bagi yang suka belanja, China adalah tempatnya, asalkan anda pintar menawar barang dan pastikan anda  membawa banyak uang saku, haha…
Jika transit di Bandara Singapura, bawalah juga uang dolar, siapatau ada diskon dan anda perlu untuk membeli barang disana. Btw, kesimpulan bawalah uang dalam Dolar dan Yuan RMB jika anda hendak ke China

Lets Go To China
Tanggal 29 Mei 2015, jam 22.00 by Surya Travel dari Jember ke bandara Juanda (Surabaya) Rp. 100.000,-. Sempat macet di jalan, nervous juga….karena kendaraan seolah-oleh tidak bergerak, sampai supirnya tanya, “kalau nggak nutut bagaimana?” Mengingat pesawat saya berangkat jam 05.25. Yah…pasrah dan berdoa…akhirnya Puji Tuhan sampai dengan selamat di Juanda sekitar jam 4 pagi dan masih punya waktu buat nunggu teman saya, hehe…

Tanggal 30 Juni 2015, jam 05.25 by Garuda Indonesia, dari Juanda ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Saya baru pertama kali ini coba GA. Biasanya pake pesawat yang laen. Karena harga tiket beda tipis dan juga GA terletak di terminal 2 Soetta, sudah langsung ketemuan sama tour leadernya disana. Jadinya pilih GA. Harga tiket pesawat Rp. 861.000,- Penerbangan GA on time banget nich. Pilotnya bawa pesawat halus banget saat take off maupun landing. Pramugari dan pramugaranya juga ramah dan cekatan, dapat koran pagi gratis, sekotak snack dan welcome drink bisa pilih sendiri jusnya (apel, jambu, atau tomat) atau kopi. Tempat duduk bersih dan nyaman. GA memang okey, hehe…

Landing di Bandara Soetta jam 06.45. kami (saya dan teman) sempat menunggu beberapa saat, namun akhirnya bertemu dengan pihak Avia Tour. Pesan tour ini US 1034++ 7H6N meliputi Beijing, Suzhou, Hangzhou, dan Shanghai. Dari pihak tour kami mendapat travel bag gratis yang dikirim kerumah. Untuk  pengurusan visa minta bantuan pihak Avia Tour (harap menyiapkan : foto copy KTP, KK, Akta lahir, dan pas foto 4x6  2 lembar, serta paspor asli).  Kontak person saya di Avia adalah ibu Laurentia. Orangnya ramah dan cantik.

Tour guide kami yaitu ibu Ireni, tidak jauh beda, muda, cantik dan ramah.  Jumlah rombongan yang berangkat 23 orang, sudah terhitung ibu Irene juga, hehe.. usia rombongan ini variatif banget, mulai muda sampai tua. Yang terdiri dari 11 orang dari perusahaan Deltomet (Antangin) dan 11 orang berangkat mandiri termasuk saya. Sebelum menuju pesawat Singapura Airlines (SQ) kami dibagikan : paspor, tiket pesawat SQ, produk sponsor Antangin dan voucher U$ Singapura 40 , tambahan U$ Singapura 5 yang berlaku hari itu. Voucher bisa digunakan di Bandara Changi sewaktu kita transit.

Memasuki pesawat SQ suasana sudah mulai berbeda. Crew pesawat menggunakan bahasa Inggris atau mandarin. Begitu pula jika kita mengambil Koran gratis, ditulis menggunakan bahasa inggris. So… practice your English ^^  pk 11.00 rombongan kita masuk pesawat SQ dan jadwal terbang  pk 12.00. selama di pesawat, kami mendapat makan siang. Enakk.. dan pelayanan yang ramah. Saya suka suasana di kabin pesawat…

 menu makan siang saya di pesawat SQ

Sampai di Bandara Changi, Singapura jam 14.40. Waktu disana maju 1 jam lebih awal dari Indonesia. Jadinya jam 15.40. Bandara ini bersih, cantik dan berisi barang-barang branded. Saya menggunakan voucher belanja yang dibagikan oleh Irene untuk membeli sunblock merk Clinique U$ 34. ternyata ada undian di bandara, bagi yang berbelanja, dan saya bisa mengikuti lucky draw dengan hadiah U$ 1.000.000.000. smoga saya beruntung, hehe…  Ada satu hal yang saya pelajari disana yaitu pola bekerja, pola berpikir dan bahasa. Senang mencoba menerapkan bahasa asing baik inggris maupun mandarin, saya menyesal tidak fasih…. sayang bangeett..










 Money changer di Bandara Changi                    






        merasakan sensasi skytrain









Penerbangan dari Singapura ke Beijing, SQ pk 16.50 - pk 23.00. kami mendapat snack dan makan malam. Toilet pesawat kecil namun bersih, jadi kasian sama penumpang yang punya badan gede, kuatir mereka nggak muat,haha.. Koran di pesawat juga ada, gratis, menggunakan bahasa mandarin. Sampai di Beijing, kami langsung dijemput oleh pihak travel beserta tour guide yang akan memandu kita disana. Namanya Steven. Orangnya ramah, baek, dan fasih bahasa Indonesia.




            Menu makan malam di pesawat SQ

Hotel yang kami tempati adalah Hotel Ariva. Enak banget hotelnya. Kamar mandinya…wow modern, pake kaca ^^ cocok buat yang honeymoon. Sekedar info mengenai hotel-hotel yang kami gunakan untuk menginap adalah hotel bintang 4 dan 5 jadi nyaman buat menginap dan breakfast enak ataupun sekedar jalan-jalan di mall waktu malam. Ada morning call juga dari pihak hotel untuk membangunkan kita.

Tips berikutnya agar tour berjalan lancar yaitu sesama peserta hendaknya kompak-saling menjaga, tepat waktu dan jangan berlambat-lambat. Ambillah cuti panjang bila hendak ke China, karena perjalanan dari jakarta ke China kurang lebih 10 jam. Agar anda tidak terlalu capai di perjalanan dan dapat menikmati liburan dengan santai. Untuk berjaga-jaga bisa membawa obat-obatan dan vitamin yang mungkin diperlukan.

Beijing hari pertama, di pagi hari…morning call jam 06.30, breakfast 07.30, berangkat 08.30 menuju Tian’an men, Forbidden City, makan siang roasted pecking duck, toko wajib pemerintah yaitu foot massage,  dan nonton akrobatik show trus makan malam dan acara bebas. Itulah agenda hari ini.
Beijing kaya dengan wisata sejarah, dari bangunannya kita bisa mengetahuinya. Tian’an men adalah lapangan yang luas dan indah. Luasnya adalah 440.000 m². Untuk tour group kita tidak perlu antri terlalu lama, tapi saya melihat antrian panjang bagi jalur mandiri. Di sebelah selatan lapangan ini, ada sebuah bangunan yang merupakan Mausoleum Ketua Mao. Disana jenazah Ketua Mao diawetkan dalam kotak kaca. Namun kami tidak kesana, hanya melihat dari kejauhan, haha… Di sebelah utara ada tiang bendera. Dan jika anda memandang sekeliling, maka serasa memang berada di pusat kota Beijing. Ada lukisan Mao Zhe Dong, tugu pahlawan, kantor pemerintahan, museum dan taman yang cantik. Namun pada tahun 1989 ada demonstrasi yang berakhir dengan peristiwa berdarah, insiden Tian’an Men 1989.



                         Di seberang Gedung pemerintahan                          





 Di seberang Museum


                        Tugu Pahlawan                                            





   Lukisan Mao Zhe Dong                      

            Banyak spot cantik untuk foto, ini salah satunya ^^ secantik orangnya bukan? Hehe..

Untuk masuk ke Forbidden City, dari lapangan Tian’an men, kita melalui jalur bawah tanah (tidak menyeberang jalan) dan pada jam-jam tertentu di depan pintu masuk nya ditampilkan tarian air yang menarik. Forbidden city terkenal juga dengan sebutan “Kota Terlarang”. Sejarahnya, dahulu tempat ini merupakan tempat kediaman Raja, ratu, selir beserta pelayannya. Seorang Raja yang berkuasa, bisa memiliki ribuan selir. Bisa dibayangkan bagaimana kehidupan yang harus dijalani mereka disana?. Tempat ini dikelilingi oleh tembok yang tinggi, mempunyai banyak pintu gerbang, ruangan dan kamar-kamar. Setiap kita masuk pintu gerbang maka akan dijumpai pemandangan lapangan yang luas, begitu seterusnya. Arsitektur tempat ini menarik, baik jembatannya beserta air yang mengalir di bawahnya, deretan kamar, patung singa (hayo siapa bisa bedakan singa jantan atau betina yang ada di kanan dan kiri tangga?), ukiran di sepanjang tangga, pagar dan bangunan serta guci besar tempat pembakaran zaman dahulu. Maka tidak heran jika pada tahun 1987 Forbidden City dinominasikan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.





Hampir melupakan Wang Fu Jing Street, kami juga mampir kesini. Tempat ini terkenal karena keanehan makanan yang dijual, antara lain : sate kecoak, ular, star fish, kalajengking, dll. penulis dan beberapa teman juga mencoba beberapa sate ini. Wah! Pengalaman tidak terlupakan… sate kalajengking ternyata lumayan juga, haha…



 Gapura Wang Fu Jing Street




            Contoh produk Wang Fu Jing Street
Bagi yang tidak mau mencoba makanan yang aneh-aneh ini, masih ada makanan yang biasa kita makan. Dan diluar area lorong Wang Fu Jing ini, anda bisa berbelanja di berbagai pertokoan. Ataupun sekedar duduk-duduk menikmati suasana.
Akrobatik show nya bagus. Kabarnya mereka berlatih sejak kecil dan memang merupakan ciri khas dari salah satu suku yang ada di China. Sampai ada penonton yang merekam menggunakan handycam, kamera, ataupun ponselnya.

Beijing hari ke-2, Summer Palace, Great Wall, foto stop di Bird Nest dan Water Cube, shopping stop di Jade dan baoshu tang.
Summer Palace. Yihe Yuan atau dalam bahasa Indonesia menjadi Istana Musim Panas terletak 15 km dari pusat kota Beijing. Pertama kali dibangun pada jaman Dinasti Jin. Pada jaman dahulu, tempat ini adalah peristirahatan Raja beserta keluarga di musim panas. Tempat yang terkenal karena pemandangan alamnya. Merupakan danau yang terbentang luas, ada jembatan-jembatan, gasebo yang besar, kuil, dan istana. Tersedia perahu bagi yang ingin berkeliling danau. Beberapa manula melakukan senam bersama di tempat ini. Ada juga kakek-kakek yang bermain layangan dengan alat khusus. Di seberang jembatan dijumpai beberapa bangunan yang artistik. Sebelum memburu waktu buat foto, perlu diketahui tempat ini juga termasuk dalam daftar warisan dunia UNESCO



            Smoga foto Tiket prices ini berguna bagi yang ingin bepergian sendiri





The Great Wall. Akhirnya kesampaian juga impian datang ke tempat ini. Merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Termasuk dalam daftar situs warisan dunia UNESCO tahun 1987. Sejarahnya, didirikan pada periode Dinasti Qin, Dinasti Han, dan Dinasti Ming. Namun, sebagian besar rupa tembok raksasa yang berdiri saat ini merupakan hasil dari periode Dinasi Ming. Seperti namanya “Tembok Besar” sepanjang mata memandang sekeliling dari depan, samping dan belakang yang tampak di kejauhan adalah tembok pertahanan. Tidak salah kalau orang menyebut tembok ini bentuknya seperti ular karena dibangun diatas bukit-bukit. Sejarah singkatnya, tembok ini dibangun pada jaman kekaisaran untuk melindungi kekaisaran dari serangan luar.
Penulis mencoba untuk mendaki nya, semakin keatas maka tangga semakin curam. Tidak disarankan bagi manula untuk memanjat terlalu tinggi. Saya salut dengan salah satu rombongan yang berusia sekitar 65 tahun yang dengan semangat memanjat tembok besar ini….walaupun sampai pemberhentian ke 3 namun terbayar dengan pemandangan yang indah jika kita memandang ke bawah.
Anda juga bisa berfoto dengan memakai baju khas kekaisaran jaman dulu dengan latar belakang Great Wall ini.  Ataupun membeli souvenir khas, yang beberapa diantaranya bisa ditulisi nama anda ^^ jangan lupa buat menawar yach…


            Tiket masuk Great Wall                                          




    Awal pendakitan Great Wall





Pemandangan Great Wall dilihat dari atas. Anda akan dibuat terpesona ^^


Oh iya hampir lupa, di toko wajib pemerintah, anda bisa membeli ataupun tidak, asal duduk manis sebentar untuk mendengar penjelasan yang mereka sampaikan tentang produk khas, misalnya giok, mutiara, obat, dll. Disini menerima pembayaran memakai uang Dolar selain Yuan. Terkadang mereka memberikan bonus-bonus juga. Tapi ingat, bijaksanalah dalam membeli…karena masih ada beberapa tempat belanja murah yang akan dikunjungi, hahaha…
Foto dengan latar belakang Bird Nest (stadium utama olympiade Beijing 2008). Eman karena nggak mengunjunginya, Cuma foto dari jauh doang…pengin liat dalamnya gimana… coz dari kejauhan saja stadium ini tampak megah. Water Cube juga tampak keren..
Kesan selama di Beijing, kota ini menawarkan wisata sejarah, arsitektur bangunan yang indah, penuh dengan hutan beton dimana banyak sekali apartment dan gedung yang tinggi. Kota ini teratur dan bersih serta taman kota dikelola dengan baik. Sepeda motor dan mobil jarang, lebih sering terlihat sepeda pancal, kebanyakan mereka berjalan kaki dan menggunakan public transportation, toilet disini prinsipnya adalah toilet kering (maka di beberapa tempat wisata agak bau, lebih baik menggunakan toilet di hotel, restaurant atau sediakan tissue basah/air untuk bilas sendiri). Petugas di Bandara, stasiun maupun tempat wisata tampak masih muda-muda, kadang saya bertanya dalam hati “dimana para orang yang sudah berumur 40 tahun keatas?”
Beijing – Hangzhou. Kita menggunakan kereta cepat yang terkenal dengan nama Bullet Train jam 07.25. kereta ini berangkat tepat waktu. Konsep seperti di kabin pesawat, dengan tambahan ada tempat untuk menaruh barang di bagian depan tiap gerbong kereta (semacam locker yang memang disediakan pihak kereta bagi yang membawa travel bag besar maupun barang lain.) Di bagian belakang kereta, ada toilet, wastafull, mesin air panas maupun dingin. Kebersihan terjamin dan ada aturan “dilarang merokok dalam kereta”. Jika anda seorang perokok maka setiap pemberhentian kereta, ada waktu merokok diluar sekitar 2 menit, nggak lama lho…jangan sampai ketinggalan kereta.. Pemeriksaan di Stasiun hampir seperti di Bandara, siapkan paspor dan tiket. Pastikan anda membaca tiket dengan benar.



 Bullet train
Dengan menggunakan Bullet train ini maka perjalanan Beijing ke Hangzhou 07.25-13.04. Hangzhou merupakan ibukota provinsi Zhejiang di pesisir timur RRC. Udara di Hangzhou sejuk disertai gerimis. Cocok buat saya, hehe…apalagi yang hobi kuliner. Kami dijemput oleh tour guide lain, kali ini cewek manis, imut seperti saya, namanya Linda. Daerah ini terkenal dengan Danau Barat (Xi Hu) – legenda ular putih (white snake legend). Kami naik perahu mengitari danau ini sambil mendengarkan tentang legenda ular putih dan kisah Sampek-Engtay. Luas banget dan indah. Anda dapat mengabadikan nya dengan foto tentunya ^^ dekat sana ada Yue Fei Temple yang dibangun untuk menghormati jasanya terhadap Negara. Ceritanya berlanjut dengan makanan cakue yang sekarang terkenal sampai Indonesia. Kisahnya tentu bisa anda dengar sewaktu tour guide bercerita disana, hehe…







 
            Pemandangan Danau Xi Hu yang indah, foto ini didapat dari atas perahu





 Yue Fei Tempel & lukisan ttg kisahnya
Mengejar waktu sore menjelang malam, kami ke perkebunan teh dan tempat pengolahannya. Hangzhou juga dinamakan kota teh, terkenal dengan teh longjing. Belajar sedikit tentang teh, yang kualitas bagus berasal dari pucuk daun teh. Dimasak tanpa minyak dengan menggunakan tangan. Dan jika teh diseduh dengan air panas terasa bau seperti rumput laut. Bla..bla…yang laen…akhirnya tergoda beli teh, hahaha…




Selain sebagai kota air, memiliki legenda yang terkenal dan juga teh yang berkualitas bagus. Hangzhou juga terkenal dengan makanan khas nya yaitu Ayam Pengemis. Cerita dibalik makanan ini, bisa anda dengar lewat tour guide juga sambil menikmati makanan ini.

Hangzhou – Suzhou. Masih teringat kata Linda, ada pepatah, lahir di Suzhou - besar di Hangzhou - makan di Guangzhou - mati di Lanzhou.  Suzhou terkenal dengan Sutra dan kabarnya karena udara yang sejuk dan masih alami dibanding Beijing, maka kulit orang Suzhou lebih bagus. Hangzhou karena daerah itu terkenal menghasilkan orang cerdikpandai seperti Han Wen (dalam legenda Ular Putih) dan memiliki kisah yang romantis. Guangzhou terkenal karena orang disana pintar memasak, yaitu mengolah berbagai bahan hingga menjadi makanan. Sedangkan Lanzhou adalah penghasil kayu berkualitas bagus.
Sampai di Suzhou hari sudah siang, disini kami mengunjungi Lotus Garden yang dibangun atas dasar cinta suami kepada istrinya. Merupakan kebun yang luas, arsitektur gaya kuno dan merupakan warisan dunia.







Setelah mengunjungi Lotus Garden, rombongan kami ke Yuanrong Time Square  dan melihat keindahan sutra China di silk factory. Hayo siapa yang bisa membedakan mana sutra asli dan yang palsu? Malam harinya saya dan teman main ke Mall dekat hotel. Melihat keindahan kota di malam hari yang dipenuhi oleh lampu-lampu yang cantik. Ada tarian air di halaman depan Mall dan celakanya kami hampir terkunci didalam Mall, untung ada jalan keluar lain. Sungguh pengalaman yang berkesan, haha…

Suzhou – Sanghai. Shanghai merupakan kota yang menarik. Terkenal sebagai kota perdagangan. Disini anda dapat melihat lalu lintas yang lebih ramai. Jadwal kami ke Chenghuang Market sambil makan siang. Chenghuang Market ini sungguh ramai di siang hari, banyak dijumpai penduduk local maupun turis asing. Gaya bangunan yang kuno mewakili Shanghai tempo dulu. Bila anda ingin berbelanja, jangan tertipu dengan harga yang ditawarkan.  Disini anda dapat menawar serendah-rendahnya. Cobalah menawar mulai 30% dari harga yang ditawarkan, jika tidak boleh, maka cari di tempat lain/ Tanya harga terendah berapa sebelum anda meninggalkan tempat itu. Jika membeli dalam jumlah besar, carilah toko grosir untuk mendapat harga yang sesuai. Jika masih bingung, coba andalkan jasa tour leader anda. Sekalipun terkendala bahasa, sebetulnya anda dapat tawar-menawar dengan kalkulator, haha…namun usahakan gunakan bahasa setempat, sekalian belajar bukan?  Saya paling suka belanja disini karena pemandangan yang bagus dan harga yang murah serta ragam pilihan banyak, mulai souvenir, kaos, selendang sutra, teh, dll. jika sudah capai, cobalah duduk menikmati makanan khas daerah ini…xiao long bao (baca: siao long pao). Antrinya panjang maka coba xiao long bao-nya yang mahalan dikit, supaya tidak kecewa.





Shanghai mempunyai gaya arsitektur kuno dan modern, yang dipisahkan oleh aliran sungai lebar. Bernama Sungai Huang Pu. Sungai ini dapat dilalui oleh kapal besar. Jika ingin melihat keindahanan Shanghai di malam hari, cobalah untuk naik kapal ini.

Tempat yang kita kunjungi berikutnya adalah The Bund merupakan pusat keramaian kota Shanghai di tepi Sungai Huang Pu. Anda dapat melihat Shanghai TV Tower dari sini, kabarnya jika malam tiba, tempat ini indah dengan nyala lampu-lampu. Rombongan kami untuk terakhir kalinya berfoto bersama disini, karena besok waktunya kembali ke tanah air, Indonesia ^^




            Foto bersama Avia Tour, China Delight



            Foto bersama tour leader




Sebagai penutup, kami mengunjungi salah satu kawasan yang terkenal di Shanghai yaitu Nanjing road. Merupakan jalan besar yang sangat ramai. Toko-toko yang menjual barang branded bertebaran dimana-mana. Saking luasnya, ada kereta yang bisa digunakan dan polisi yang berjaga-jaga di beberapa titik kawasan ini. Hati-hati terhadap pencopet, walaupun China terkenal aman, namun tetap perlu kita waspada. Bagi yang hobi belanja, ini adalah kesempatan terakhir yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya ^^




Keesokan hari, kami diantar ke airport untuk penerbangan kembali ke tanah air. Pesawat tetap sama yaitu SQ transit Singapura. Kurang lebih 2 jam lebih awal kami datang dan mulai antri karena begitu ramainya Bandara International China ini. System keamanannya pun lebih ketat.

Namun demikian, kalau ada kesempatan lagi,  saya ingin mengenal tempat lain di  Negara ini, maybe Jiuzhaigou yang terkenal dengan julukan heaven on earth, atau Guilin yang merupakan salah satu warisan dunia UNESCO, semoga. Sungguh liburan yang berkesan. Trimakasi kepada Avia Tour, Laurentia, Irene, Steven, Linda, Lois, dan teman-teman seperjalanan serta orang-orang yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini.

Akhirnya kami tiba di Bandara Changi. Terasa segar melihat taman dalam bandara, setelah perjalanan panjang dari China.





Tinggal selangkah lagi… And I wanna to say, hello Indonesia,  I’m home…
Smoga tulisan ini menjadi berkat bagi yang membaca. Amin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar