Laman

Selasa, 12 November 2013

Surabaya Dideklarasikan jadi 'Kawasan Bebas Prostitusi

Laporan Wartawan Surya Ahmad Amru Muiz

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya, mendeklarasikan wilayahnya sebagai kawasan bebas prostitusi.

Deklarasi itu, dilakukan sebagai tindak lanjut penutupan sejumlah lokalisasi di Kota Surabaya. Walikota Tri Rismaharini menjelaskan, permasalahan lokalisasi seperti Dolly merupakan masalah klasik yang selalu mengiringi walikota Surabaya yang menjabat setiap periode.

Termasuk juga, permasalahan sosial lainnya seperti trafficking (perdagangan anak). Permasalahan sosial tersebut, memiliki benang merah dengan daerah lokalisasi.

"Ketika kita datang ke sekolah yang lokasinya dekat dengan lokalisasi, ada kecenderungan anak didik tatapan matanya kosong dan tanpa semangat. Kita melihat itu, dikarenakan kurangnya semangat belajar dari anak-anak yang dekat dengan praktik seks bebas. Makanya, mereka harus diselamatkan," kata Risma, seusai mendeklarasikan "Surabaya bebas Prostitusi" di Taman Bungkul Surabaya, Minggu (10/11/2013).

Risma menjelaskan, pemkot cukup serius melakukan rehabilitasi terhadap wilayah lokalisasi. Sejauh ini, sudah ada tiga lokalisasi yang sudah ditutup. Yakni lokalisasi Tambakasri, Klakah Rejo, dan Dupak Bangunsari.

Pemkot, berencana menutup lokalisasi Sememi pada Desember 2013, dan pada 2014 pemkot akan melakukan merehabilitasi terhadap kawasan lokalisasi Jarak dan Dolly.

Khusus untuk rehabilitasi lokalisasi Dolly, menurut Risma, sedang melakukan persiapan matang dan harus lengkap karena kawasan lokalisasi Dolly luas dan bahkan disebut sebagai lokalisasi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Saat ini, pihaknya sudah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk siap bergerak dalam program penutupan lokalisasi Dolly nantinya.

"Kami merasa tidak ada gunanya Surabaya bersih, indah dan tamannya banyak, tetapi masih ada masalah sosial seperti Dolly. Karena itu, kita tidak akan menyerah untuk bisa menutup Dolly," ujar Risma.

Terkait akan diapakan kawasan Dolly nantinya setelah direhabilitasi papar Risma, Pemkot akan menjadikan area lokalisasi yang berada di tengah kota ini sebagai sub distrik unit pengembangan. Ini dikarenakan adanya keyakinan agar warga yang tinggal di sekitar lokalisasi Dolly, tidak khawatir dengan adanya rencana rehabilitasi yang dilakukan pemkot.

Dicontohkan Risma, seperti di kawasan lokalisasi Dupak Bangunsari yang awalnya sempat tidak setuju dengan penutupan, kini merasakan dampak positifnya. "Warga di sekitar Dolly tidak perlu bingung. Lihat warga di Dupak Bangunsari, sekarang produk UKM mereka sudah sampai luar negeri. Saya juga terkejut akan hal itu," tutur Risma.


SUMBER : http://id.berita.yahoo.com/surabaya-dideklarasikan-jadi-kawasan-bebas-prostitusi-053945493.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar